Kali ini aku mulai mempertanyakan esensiku terlahir sebagai laki-laki di dunia ini.
Kenapa ini bisa terjadi?
Aku tak tahu, namun aku merasakan sendiri dari dalam diriku yang seakan tereleminasi dalam setiap kehidupan sosial.
Apakah ini soal cinta?
Ya mungkin, mungkin lebih besar dari itu, atau ini hanya sekedar masalah kecil yang aku besar-besarkan saja.
Alasannya, kehidupan perempuan terlihat lebih manis dan menyenangkan ketimbang kehidupan laki-laki, penuh support, terlindungi, bebas, emosional dan…
Apapun yang terlihat begitu menyenangkan.
Melindingi, yup, melindungi
Hal yang sering aku tanyakan. Apakah aku ini laki-laki yang sanggup melindungi?
Bagaimana bisa aku melindungi, untuk berinteraksi saja, aku masih punya shyness yang besar. Terlalu banyak pikiran atau terlalu dipikirkan hal apa yang akan terjadi berikutnya. Padahal masa depan adalah misteri. Bahkan satu detik yang akan datang.
Aku iri dengan perempuan yang kehidupannya terasa begitu berjakan dengan mulus. Sangat mudah menjadi center of interest bahkan selalu diperhatikan. Berbeda dengan…. ah lebih baik aku tak membandingkannya.
Emansipsi wanita pun membuatku iri.
Tak apalah yang penting perempuan di dunia ini masih berpegang teguh pada kodratnya.
Mungkin aku harus temukan gadisku sebelum jiwa, rasa, dan pikiran serta tingkahku menjadi abnormal.
P.S. Pengen diskusi disini
Related posts:
Tags: curhat, pertanyaan, unek-unek
Saya bersyukur jadi wanita.
Tapi jangan salah, saya justru lebih memilih mengadopsi banyak sifat dan sikap pria.
Mandiri, pencari tantangan,pekerja keras, dan melindungi.
Mangapa? Karena hidup menjadi wanita lembut, berlindung dibalik pria, dan terlalu lemah juga sangat tidak menyenangkan.
Terkadang wanita tidak dapat mempertahankan dirinya ketika digoda, dan ironisnya ketika seorang wanita tersakiti lukanya cenderung tersimpan dalam hati. karena wanita kebanyakan menggunakan perasaan ketimbang rasionya.
intinya ga ada yang patut diirikan…
masing2 ada dengan kelebihan dan kekurangan masing2 agar saling melengkapi…^^
Hajimemashite…
Yoroshiku oengaishimasu…
[Reply]
admin Reply:
December 27th, 2009 at 15:43
@Syifa Kagami, ya, memang aku lihat banyak temen-temen yang perempuan yg curhat mpe nangis-nangis. keliatannya lebay banget, suka membesar-besarkan masalah yg ada.
[Reply]
hahahaha keren-keren…!!!!! benar juga kata2 admin
[Reply]
jadi keingetan lagunya Panas Dalam yang berjudul Cita-Citaku (doh)
[Reply]