Ikhlas-kah Engkau Wahai Orang Tua ?

aku melihat ekspresi ketidak bahagiaan dari ibuku ketika aku bilang untuk berangkat ke kosan hari minggu (Yang biasanya bisa senin pagi). Tapi karena aku mau mengejar ketinggalan pelajaran karena ikut pembinaan olimpiade kimia.

Ini mungkin masih awal. Bagaimana jika aku sukses nanti? Mungkin aku bekerja di tempat yang jauh.

Ah… Bukankah anak itu hanya titipan. Adalah tugas orang tua untuk mendidik anaknya agar tetap bertakwa kepada-Nya.

Lalu apabila “titipan” tersebut sudah menjadi orang yang sukses dan telah meraih cita-cita, apakah orang tua harus melepas anaknya?

TIDAK.

Sudah menjadi tugas anak untuk membahagiakan orang tua membalas jasa mereka. Kesuksesan kita dapat diraih karena juga peran serta orang tua.

Aku tak ingin ada tanda kesedihan dari orang tua (di dalam hati) dalam kebahagiaan karena anaknya meraih kesuksesan.

Memang hal tersebut wajar.

TAPI,

Saya akan membuat mereka tak menyesal telah mempunyai anak sepertiku.

Related posts:

  1. Bukan rahasia: cara curi hati orang tua [ bokap, nyokap ]
  2. Sedang ulangan mid semester [mohon doanya]
  3. Waktu menempa segalanya
  4. ORANG INDONESIA SUKA TERLAMBAT…
  5. cara meningkatkan minat baca orang INDONESIA (buat para penulis/penerbit buku perhatiin ya)

Mahasiswa Kedokteran Umum. Mulai nge-blog sejak SMP. Selengkapnya silakan klik about. Jika ada tulisan yang tidak berkenan, saya mohon maaf. Keep in touch with this blog ya :)
Irwan's website
Follow Irwan on Twitter
Recent Related Posts

Comments are closed.