Kali ini aku mulai mempertanyakan esensiku terlahir sebagai laki-laki di dunia ini.
Kenapa ini bisa terjadi?
Aku tak tahu, namun aku merasakan sendiri dari dalam diriku yang seakan tereleminasi dalam setiap kehidupan sosial.
Apakah ini soal cinta?
Ya mungkin, mungkin lebih besar dari itu, atau ini hanya sekedar masalah kecil yang aku besar-besarkan saja.
Alasannya, kehidupan perempuan terlihat lebih manis dan menyenangkan ketimbang kehidupan laki-laki, penuh support, terlindungi, bebas, emosional dan…
Apapun yang terlihat begitu menyenangkan.
Melindingi, yup, melindungi
Hal yang sering aku tanyakan. Apakah aku ini laki-laki yang sanggup melindungi?
Bagaimana bisa aku melindungi, untuk berinteraksi saja, aku masih punya shyness yang besar. Terlalu banyak pikiran atau terlalu dipikirkan hal apa yang akan terjadi berikutnya. Padahal masa depan adalah misteri. Bahkan satu detik yang akan datang.
Aku iri dengan perempuan yang kehidupannya terasa begitu berjakan dengan mulus. Sangat mudah menjadi center of interest bahkan selalu diperhatikan. Berbeda dengan…. ah lebih baik aku tak membandingkannya.
Emansipsi wanita pun membuatku iri.
Tak apalah yang penting perempuan di dunia ini masih berpegang teguh pada kodratnya.
Mungkin aku harus temukan gadisku sebelum jiwa, rasa, dan pikiran serta tingkahku menjadi abnormal.
P.S. Pengen diskusi disini
Related posts:

