hati-hatilah dalam bertindak.
Mungkin itu yang dapat saya katakan.
Tidak ada yang absolute di dunia ini. Kecuali Beliau yang maha berkehendak.
Hal yang baik bisa jadi salah apa tidak ditempatkan pada tempat yang tepat. Begitu pula sebaliknya.
Contoh:
Seseorang yang membaca istighfar tetapi terus-menerus berbuat dosa, maka ia akan dianggap mengolok-olok Tuhannya.
Hal ini berdasarkan hadis
Orang yang memohon ampunan kepada Allah (membaca istigfar) tetapi ia terus-menerus berbuat dosa, maka ia dianggap memperolok-olok Tuhannya. – (H.R. Al-Baihaqi)
Bagaimana?
Apa sobat rajin berbuat dosa?
Apa sobat berbuat dosa, kemudian membaca istigfar tetapi dosa tersebut terus dilakukan? (Istigfar sebagai pengiring berbuat dosa?)
Related posts:

