Cara (kotor) swalayan mendapat keuntungan

Saya jamin, pasti banyak diantara kalian lebih suka belanja di pasar modern, khususnya swalayan, supermarket atau minimarket ketimbang di pasar tradisional. Entah kenapa, mungkin swalayan lebih bersih ketimbang pasar tradisional.

Namun, sadarkah kamu bahwa selain mematok harga mati, pasar modern melakukan transaksi yang bisa dibilang, merugikan konsumen.

Contoh:
Suatu hari saya berbelanja di supermarket dengan biaya total Rp 17910,00 kemudian saya membayarnya dengan uang Rp 20000,00 satuan. Bukanya kita harus mendapatkan kembalian Rp 2090,00?
Tapi kenapa saya hanya dikasih Rp 2000,00?

Itu berarti kalau saya bayar pas, saya harus bayar Rp 18000,00

Emang sih, uang puluhan rupiah gak ada harganya sekarang.

Tapi kan supermarket tersebut dapat melakukan transaksi ribuan kali sehari. Bahkan lebih…

Sadarkah kalian?

Atau, sayanya aja yang sewot ya?

sebenarnya tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk meminta pendapat dan solusi dari kalian tentang coretan diatas

Related posts:

  1. SATU LAGI.::.KEUNTUNGAN MENJADI ARTIS
  2. Cara melakukan brainstorming
  3. keuntungan mendoakan orang lain | sebanding dengan apa yang kita doakan
  4. Sumber kebahagiaan sebenarnya | pusat kebahagiaan
  5. Bukan rahasia: cara curi hati orang tua [ bokap, nyokap ]

Mahasiswa Kedokteran Umum. Mulai nge-blog sejak SMP. Selengkapnya silakan klik about. Jika ada tulisan yang tidak berkenan, saya mohon maaf. Keep in touch with this blog ya :)
Irwan's website
Follow Irwan on Twitter
Recent Related Posts

7 Responses to Cara (kotor) swalayan mendapat keuntungan

  1. Yopan Prihadi says:

    Salah satu trik swalayan dan supermarket buat mendapatkan untung dari pembelinya, ya’ seperti itulah triknya…

  2. Bani Biasa says:

    kalo di xxxmart gitu dulu sih ada posternya gitu kan, kalo uang2 kecil gitu disumbangin ke yg membutuhkan. tapi sekarang bukan dilebihin, tapi dikurangin, jadi kita nggak rugi tapi untung

  3. aR_eRos says:

    sayah kurang setuju dengan tulisan ini : Namun, sadarkah kamu bahwa selain mematok harga mati, pasar tradisional melakukan transaksi yang bisa dibilang, merugikan konsumen. bukane harga di pasar tradisional bisa nego alias nawar

  4. harry seenthing says:

    wah kok bisa gitu yah, gag dilaporin aja mba

  5. BLogicThink [dot] com says:

    Gak kok Mas…
    saya juga sensi kalo sama masalah kembalian… :)

  6. Ecko says:

    Walah, ini persoalan klasik sekali. Btw, swalayan di dekat kos saya menempel pengumuman di dekat kasir kalau kembalian di bawah 100 rupiah bakal disumbangkan ke yayasan sosial, dan laporan perolehan serta penyalurannya dijelaskan secara transparan di satu ruang khusus. Saya rasa cara ini bisa ditiru oleh pengelola swalayan lain.

  7. Anonymous says:

    mending…malahan ada juga yang pake permen..emangnya jualan permen? hahahahhahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>